Showing posts with label Self. Show all posts
Showing posts with label Self. Show all posts

Friday, June 8, 2012

Learning from the past, Implementing in the present, and Getting the best impact for the future...

Masa lalu..
Setiap orang pasti punya masa lalu. Mau masa lalu yang baik atau buruk, semua telah terjadi dalam masa lalu kita.
Katakan masa lalu kita adalah masa lalu yang baik, PERTAHANKANLAH!
Atau mungkin yang bisa lebih baik lagi, KEMBANGKANLAH!
Tetapi, jika masa lalu kita adalah masa lalu yang buruk, janganlah kita pernah mencoba untuk melupakan bahkan menghilangkan masa lalu tersebut dari dalam hidup kita.
Kenapa? Karena, kita nggak akan bisa untuk menghindar dari masa lalu. Kita dapat menjalani hidup kita saat ini adalah akibat dari masa lalu yang telah terjadi.
Tetapi, ingat satu hal, tidak melupakan dan tidak menghilangkan masa lalu bukan berarti kita harus terus mengingat atau terus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. MOVE ON!
Seperti kata temanku (FA), "Kalau kita mau move-on itu harus ke atas, bukan sejajar."
Memang benar. Kita harus terus menjalani hidup kita untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah daripada masa lalu. Masa lalu dijadikan pembelajaran untuk menjalani hidup saat ini.
Kalau kata Mbak Merry Riana yang tertera dalam Twitternya @MerryRiana : "Jangan selalu berdiri di ranah masa lalu. Jangan selalu menoleh ke belakang. #FB"
Menurutku, boleh sesekali kita menoleh ke belakang, tetapi, hanya untuk sesekali. Tidak untuk berkali-kali ataupun diam di tempat. Dan aku rasa sikap itu bisa dijadikan sarana untuk kita intropeksi diri sendiri. Apa yang harus dipertahankan dan dikembangkan untuk masa depan dan apa yang harus ditinggalkan dan tidak pantas dibawa untuk masa depan.

Intinya, kita hidup hari ini dengan pembelajaran dari masa lalu dan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Saturday, June 2, 2012

a silence ...


Silent is Gold. But, sometimes your silence is driving me hurt.

Iya, kalau lagi ada masalah sama seseorang terkadang diam itu memang lebih baik daripada harus bicara sana-sini yang cuma nambah-nambahin masalah dan ngebuat runyam situasi. Tapi, ada kalanya kita harus bicara untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Masalah kalau didiemin itu bukannya malah akan selesai tapi akan terus berlanjut dan berlanjut lagi entah sampai kapan. Kalau udah kayak gitu pasti yang ada nanti keluarlah rasa "gengsi" antara dua orang yang punya masalah.

Hmm.. sebenarnnya pengalaman pribadi sih yang kayak gini, dan baru aja ngalamin. Entah sebenarnya ngga tau kesalahan apa lagi yang aku perbuat sampai orang yang aku bikin marah itu masih marah sampai sekarang. Tapi, engga tau kenapa orang itu diam. Dia marah tapi ngga marah langsung. Yah.. sebenarnya berusaha untuk bersikap dewasa aja sama seperti apa yang orang itu minta. Aku udah berusaha untuk diam setelah ada masalah sama orang itu. Bahkan sampai sekarang aku udah ngga pernah ungkit-ungkit permasalaha itu lagi. Tapi, mungkin kalau udah marah besar dan kecewa, susah kali ya..

Berdasarkan pengalaman itu sih cuma mau bilang aja di sini. Usahakan untuk kalian yang baca posting ini, kalau kalian punya permasalahan sama seseorang, coba dibicarakan dengan baik-baik. Sebesar apapun permasalahannya dan sekecewa apapun kalian dengan orang tersebut juga harus dibicarakan dan diselesaikan dengan kepala dingin. Dan yang paling penting, kalau kalian ada ngga enak hati sama seseorang yang punya masalah sama kalian, USAHAKAN kalian jangan hanya diam, tapi BICARA dengan KEJUJURAN. Bicara itu penting untuk menyelesaikan masalah. Karena, kalau kalian hanya diam, siapa yang tau kalau ada seseorang atau orang yang punya masalah sama kalian itu bisa sakit hati atau bertanya-tanya dalam dirinya : "apa salah aku sebenarnya?".

Who knows? Because we never know about someone's feeling.
TALK with a TRUTH because a SILENCE is just driving somebody DIES with their DOUBT.

Thursday, May 31, 2012

If you were me...

Kamu yang tadinya dekat sama seseorang (hitungan tahun) dan menyimpan perasaan sama seseorang itu (panggil aja X) dan sekarang tiba-tiba aja kamu ngerasa kamu jauh sama dia karna yaah memang kesalahan kamu, tapi menurut kamu ga seharusnya si X bersikap kayak gitu. Lalu, barusan kamu ditanya sama orang (sebut aja Y, sesama jenis) yang mengerti kamu banget, "Kamu serius ngga berhubungan sama si X?". Apa yang kamu rasain?
Bingung? Iya...
Keingetan? Itu udah pasti.
Mau nangis? Lebih pasti banget.
Hm... mikir "Aku pengen banget serius. Tapi, situasi dan kondisi saat ini udah 180 derajat sangat-sangat berbeda." ? Ini yang paling utama.
What should I do if you were me?

Monday, May 28, 2012

When someone asks me ...

Ngga sedikit orang di sekitar kita yang peduli apa yang lagi kita rasain. Terkadang di saat lagi punya banyak persoalan, kita mau terlihat tetap kuat dan berusaha tersenyum di hadapan banyak orang.